Arsip untuk Maret, 2008

Posted in Jangan Tanya on Maret 25, 2008 by ●

Sekali lagi aku bertemu kesederhanaan,

ia berikan sesuatu yang bisa nyata

dulu.

 

Pada akhir hari, tidakkah penyerahan hati itu sederhana?

01

Posted in Fiksi, Jangan Tanya on Maret 25, 2008 by ●

Ibuku sakit.
Anak itu berdiri di depanku. Baru kali ini aku bisa menatap jelas: matanya persis mata ayahnya.
Ibuku sakit karena kamu.
Aku menghela napas.
Karena aku?
Ya. Ibuku menangis tanpa henti setelah tahu suaminya punya kekasih.
Hidung anak ini pun seperti hidung ayahnya.
Kamu akan bilang apa sekarang?
Aku tersentak.
Nak, kamu mau aku bilang apa?

seperti hati

Posted in Berusaha Puisi on Maret 23, 2008 by ●

 

Kaos merahku yang kupakai ini milik kamu,

seperti juga seluruhku.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.