asoy-bagi
Banyak cerita asoy-bagi (bahasa ngarang) kepada orang-orang tertentu. Dengan teman A, misalnya, saya bisa membuat kata-kata baru yang memudahkan proses penyampaian cerita, sementara dengan B saya hanya perlu menyebut subjek dan objek (selanjutnya membiarkan dia mencari predikat dan berpikir keras mengartikan isi cerita saya).
Sayang, jarak tempat tinggal saya dan teman-teman dekat saya tidak sekedar selemparan batu sehingga proses berbagi rasa dan pengalaman hanya bisa dilakukan melalui telpon atau internet yang menyebabkan menurunnya kadar greget saat bercengkerama.
Sejak beberapa bulan lalu, beragam cerita kehidupan (cieeh, cerita kehidupan!) saya hadapi: Eyang sakit, rasa malas mendera sementara saya harus tetap bekerja, hilangnya seorang teman dekat yang telah saya beri keleluasaan ikut campur dunia nan tetap asik ini (sepertinya dia diculik genderuwo), ditambah masalah klasik yaitu horny malu-malu. (Eh, bagian terakhir becanda ding!)
Mungkin kemumetan (yang sampai membuat saya ingin gurah otak) ini yang menyebabkan saya bermimpi sedikit aneh semalam. Di dalam mimpi itu, saya duduk melamun di dalam bus antar kota yang tak kunjung berangkat menanti penumpang di pintu keluar terminal Baranangsiang, Bogor. Ya, Bogor. Jangan tanya mengapa terminal ini yang terpilih. Yang pasti, setelah sekian lama, lamunan saya terusik oleh seruan seorang ‘pedagang’ di luar bus. Bila biasanya pedagang-pedagang di terminal berteriak “Rokok..Rokok..” atau “Tarahu..Tarahu…”
..well, tidak di mimpi saya.
Karena yang saya dengar adalah “Caruhat.. Caruhat…”
Desember 5, 2008 pada 4:05 pm
jadi sebenernya blognya tuh yang mana?
hehehehe…